Keutamaan dan Keistimewaan Bulan Ramadhan

Keutamaan dan Keistimewaan Bulan Ramadhan


1. Bulan Di Turunkannya Al-Qur'an 

Bulan Ramadhan merupakan bulan di turunkannya Al-Qur'an, kita suci umat Islam. Seperti dalam firman Allah SWT : 

Keutamaan dan Keistimewaan Bulan Ramadhan

Artinya : "Beberapa hari yang ditentukan itu ialah bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturukan (permulaan) Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan bathil" (QS. Al-Baqarah 185). 

Imam Ibnu Katsir Rahimahullah berkata : "Allah SWT memuji bulan Puasa diantara bulan-bulan lainnya dengan memilih bulan tersebut (sebagai waktu) diturunkannya Al-Qur'an"  (Tafsir Ibnu Katsir 1/282). 

2. Pintu Surga Dibuka dan Pintu Neraka Ditutup 

Dalam bulan Ramadhan, pintu surga dibuka dan pintu neraka di tutup. Seperti Sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam :

Keutamaan dan Keistimewaan Bulan Ramadhan

Artinya : "apabila telah datang bulan Ramadhan, pintu-pintu langit dibuka, sedangkan pintu-pintu neraka akan ditutup, dan setan dibelenggu" (diriwayatkan bukhari dan muslim). 

3. Bulan Pengampun Dosa

Bulan Ramadhan adalah bulan pengampun dosa. Nabi Muhammad SAW bersabda : 

Keutamaan dan Keistimewaan Bulan Ramadhan

Artinya : "Barang siapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu" (diriwayatkan bukhari dan muslim). 

Dalam hadist lain beliau bersabda : 

Keutamaan dan Keistimewaan Bulan Ramadhan

Artinya : "celakalah seseorang, ia memasuki bulan Ramadhan kemudian melaluinya sedangkan dosanya belum diampuni" (diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ahmad). 

4. Amal Sholeh Dilipat Gandakan

Menjalankan amalan sholeh merupakan kewajiban setiap umat muslim di dunia ini, apalagi di bulan Ramadhan, setiap amalan sholeh yang kita perbuat maka akan dilipat gandakan dibulan Ramadhan, sampai dengan 70 kali lipat sebagai yang terdapat dalam hadist : 

Khutbah Rasulullah SAW pada akhir bulan Sa'ban : "Hai manusia, bulan yang agung, bulan yang penuh berkah telah bernaung. Bulan yang didalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang padanya Allah mewajibkan berpuasa. Qiyamullail disunnahkan. Barang siapa pada bulan itu mendekatkan diri pada Allah dengan suatu kebaikan, nilainya seperti orang yang melakukan perbuatan yang diwajibkan pada bulan lainnya. Dan barang siapa yang melakukan suatu kewajiban pada bulan itu, nilainya sama dengan tujuh puluh kali lipat dari kewajiban yang dilakukannya pada bulan lainnya. Keutamaan sedekah adalah sedekah pada bulan Ramadhan (HR. Bukhori dan Muslim). 

Rasulullah shallahu alaihi wa sallam bersabda : 

Keutamaan dan Keistimewaan Bulan Ramadhan
Artinya : "pahala umrah pada bulan Ramadhan menyamai ibadah haji" (diriwayatkan oleh bukhari dan muslim), Dalam riwayat muslim disebutkan : ".... menyamai pahala ibadah haji bersamaku". 

Ibnu Rajab rahimahullah berkata (Abu Bakr bin Abi Maryam menyebutkan bahwa banyak guru-gurunya yang berkata : apabila telah datang bulan Ramadhan maka perbanyaklah berinfaq, karena infaq bulan Ramadhan dilipat gandakan bagaikan infaq fi sabilillah, dan tasbih pada bulan Ramadhan lebih utama dari tasbih di bulan lain). 

5. Terdapat Malam Lailatul Qadar

Lailatul Qadar adalah malam yang memiliki banyak barakah dan kemuliaan yang berada pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan yang satu malam tersebut lebih dari seribu bulan. Seperti dalam firman Allah SWT : 

"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu Apakah malam kemuliaan itu ? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seri bulan. Pada malam itu turun malikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) Kesejahteraan sampai terbit fajar (Al Qadr : 1-5).
Dalam hal ini, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :


Keutamaan dan Keistimewaan Bulan Ramadhan
Artinya : "Sesungguhnya bulan Ramadhan telah datang kepada kalian, di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dari seribu bulan, barang siapa yang tidak mendapatinya maka ia telah kehilangan banyak sekali kebaikan" (diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan dihasankan oleh Al Mundziry). 

6. Disyareatkan I'tikaf Di Bulan Ramadhan

"Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istri-istri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma'af kepadamu .Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan Makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, Yaitu fajar. kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, Maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada Manusia, supaya mereka bertakwa" (Al-Baqarah : 187).

Anas radiallahu anhu berkata :
"adalah Nabi Shallahu alaihi wa sallam beri'tikaf pada 10 hari terakhir dari bulan Ramadhan, sampai beliau wafat, kemudian istri-istri beliau pun beri'tikaf setelahnya" (diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim). 

7. Bulan Ramadhan Adalah Salah Satu sebab Masuk Surga

Terdapat dua orang pada masa Rasulullah saw yang keduanya terdiri dari bai Qudha'ah yang masuk islam, dari kedua orang tersebut, salah satu dari keduanya mati syahid, sementara yang satunya wafad setahun kemudian, salah seorang sahabat bernama Thalhah bin Ubaidillah radhiallahu anhu berkata : aku bermimpi surga, lalu aku melihat orang wafat setahun kemudian tersebut masuk surga sebelum orang yang mati syahid, akupun heran-heran, maka tatkala pagi hari lalu aku memberitahu Rasulullah shallahu alaihi wa sallam, beliaupun bersabda :

Keutamaan dan Keistimewaan Bulan Ramadhan
Artinya : "bukankah setelah itu (dalam waktu setahun) ia berpuasa Ramadhan, shalat enam ribu rakaat atau shalat sunnah beberapa rakaat?" (diriwayatkan oleh Ahmad dan dishahihkan oleh Albani). 

8. Bulan Ramadhan Adalah Bulan Penuh Berkah, Rahmat, dan Mustajadnya Doa

Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah, rahmat dan mustajadnya, dimana Rasulullah SAW bersabda : 
Keutamaan dan Keistimewaan Bulan Ramadhan

Artinya : "telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan penuh berkah.. "(diriwayatkan oleh An Nasai dan dan dishahihkan oleh Albani).

dan sabda Rasulullah SAW selanjutnya : 

Keutamaan dan Keistimewaan Bulan Ramadhan

Artinya : "apabila telah masuk bulan Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu rahmat, sedangkan pintu-pintu neraka jahannam ditutup, dan setanpun dibelenggu" (diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dan ini adalah lafadz muslim). 

Kemudian dilanjutkan penjelasan mengenai mustajadnya bulan Ramadhan melalui sabda Rasulullah SAW : 
Keutamaan dan Keistimewaan Bulan Ramadhan

Artinya : "sesungguhnya setiap muslim pada siang hari dan pada malam hari- pada bulan Ramadhan - memilik doa mustajab" (diriwayatkan oleh Al Bazzar dan disahihkan oleh Albani)  

9. Bulan Ramadhan Adalah Bulan Ibadah Amal Kebaikan

Bulan Ramadhan adalah bulan ibadah amal kebaikan. Seperti dalam sabda Rasullullah shallahu alaihi wa sallam bersabda : 

Keutamaan dan Keistimewaan Bulan Ramadhan


Artinya : "barang siapa yang berdiri shalat pada bulan Ramadhan dengan penuh iman dan mengharap pahala maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu" (diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim).


dan Apabila telah memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, mengencangkan sarung beliau, menghidupkan malam Ramadhan, dan membangunkan keluarganya untuk bersama-sama beribadah. 

Baca Juga : 


Demikianlah informasi mengenai Keutamaan dan Keistimewaan Bulan Ramadhan. Semoga informasi ini semakin memotivasi dan membuat teman-teman untuk bersungguh-sungguh berpuasa, beribadah, dan selalu berbuat kebaikan di bulan Ramadhan. Karena seperti penjelasan diatas, dibulan Ramadhan segala perbuatan kebaikan akan dilipat gandakan pahalanya, sehingga diwajibkan untuk setiap umat Islam di dunia ini untuk mendapatkan pahala tersebut, agar di hari kemenangan, atau hari idult fitri kita terlahir kembali sebagai manusia yang bersih dari dosa. Amin ya Rabbal Alamin. Sekian dan Terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman". Jangan Lupa SHARE yah :) . 


Credit:Sumber
Cerita Hantu - Kuntilanak Penunggu Pohon Sawo di Rumah

Cerita Hantu - Kuntilanak Penunggu Pohon Sawo di Rumah

  Image result for cerita seram dan menakutkan

Dunia Seram - Hai, prkenalkan nama sya Dian. Sya mau critain slah satu pngalmanpaling seram sepanjang hidup saya dan ini adlh pngalaman prtama sya ngelihat yang nmanya mkhluk halus. Langsung aja ya...
Kejadiannya sekitar 1 tahun lalu di bulan September setelahlebaran, tanggalnya saya sudahlupa, yang jelas waktu itu bulan purnama, jadi jalanan bener-bener terang banget walaupun tanpa penerangan. Rumah saya itu dimojokerto,dan lebih mirip pedesaan sih karena daerah sekitar saya masih banyak pohon-pohonnya dan rindang banget. Di depan rumah saya ada pohon sawo yang gede banget, dan menurut tetangga angker karena beberapa orangpernah dikasih lihat makhluk halus disana. Tapi saya sih enjoy-enjoy aja karena seumur-umur belum pernah ngalamin sama sekali. Selain itudisini lampu-lampu jalan belumterlalu banyak seperti di kota-kota besar, malahan di kompleks tempat tinggal saya belum tercover sama sekali.
Jadi saya itu tinggal bertiga sama kakakdan nenek saya, ibu saya udah meninggal sejakkecil sedangkan bapak saya pergi berlayar kecaribiya. Yang jelas sepeninggal ibu, bapak saya udah beristri dan gag pernah lagi ngabarin kita berdua. Kakak saya masih SMA dan saya harusnya SMP tapi putus sekolah karena gag ada cukup biaya. Jadi saya mengalah buat kakak saya, biar dia aja yg sekolah, sementara saya kerja jadi penjaga toko. Jadwal kerja saya itu dari jam 9 pagi sampai9 malam. Hasil dari kerja lumayan lah buat makan dan bantu-bantu kakak saya.
Malam sebelum kejadian, kakaksaya sibuk di sekolah karena waktu itu kebetulan di sekolahnya lagi ada lomba cerdas cermat dan ia jadi salahsatu panitianya. Ya udah deh selama sekitar 4 hari berturut-turut dia pulangnya larut banget, bahkan lewat tengah malem. Kunci rumah ada 3, saya pegang 1 dan kakak saya pegang 1dan nenek satu. Hari itu saya bener-bener pikun, jadi thu kunci ga kebawa pas saya mau berangkat kerja. Waktu itu saya disuruh ke tokoagak pagian karena barang-barang pesanan majikan saya dateng dan saya disuruh standby secepatnya disana.
Seharian kerja bikin saya gag ngeh sama sekali kalau saya lupa bawa kunci. Seperti biasa, toko saya tutup jam 9 malam dan saya bantu-bantu beberes sebelum pintunya ditutup. Setelah tutup, saya cepat-cepat balik sekalian beli nasi buat makan malam saya ,nenek dan kakak saya. Jarak dari toko ke rumah sekitar 30 menit jalan kaki. Malam itu bener-bener terang karena purnama. Di perjalanan saya singgah dulu di warungnya bu Eni langganan saya buat beli nasi bungkus, setelah itu saya melanjutkan perjalanan pulang.
Ga ada firasat apa-apa sebelumnya, sampe saya tiba di jalan masuk rumah saya. Tiba-tiba aja saya pengen melongok ke pohon sawo besar yang kata orang-orang sangat angker itu."Astagfirullah". Bener-bener kaget saya coz diatas ada cewek pake pakaian putih berambut item panjang sedang tersenyum sinis ngelihat saya... apalagi kalau bukan kuntilanak. Badan saya bener-bener kaku, kayak gag punya tenaga buat teriak, apalagi lari. Saya ga berani ngeliat ke atas lama-lama, akhirnya saya nunduk dan berjalan pelan masuk rumah. Pas di depan pintu saya ngerogoh kantong saya tapi gag nemu juga kunci rumah saya, dan baru saya sadar kunci saya kelupaan di dalam kamar. Sial!!
Saya coba lagi dan memangil2 nama nenek tapi tak ada jawaban,terus ku lihat ke pohon besar itu, si kunti udah gag ada, tapi tetep aja saya gelisah. Malem itu terang banget tapi hawanya dingin, saya bener-bener masih ketakutan setelah ngelihat penampakan tadi. Saya juga gag punya HP buat ngubungin kakak saya, saya cuman bisa duduk-duduk di dipan depan rumah sambil nunduk dan baca-baca doa karena masih ketakutan. Selang 20 menitan anjing saya (namanya Bono) melolong keras banget, gag seperti biasanya. Itu bikin saya bergidik lagi. Udah gag bisa ngomong apa-apa lagi, cuman bisa tutup mata sama berdoa dalam hati. Semakin lama lolongan anjing saya smakin keras dan bikin saya makin ketakutan, karena ngerasa adayang gag beres di sekitar saya...
Puncaknya, saya ngerasa ada hembusan angin kenceng banget datang dari arah kiri saya dan bikin bulu kuduk sayaberdiri semua. Saya ngerasa ada yang sedang memperhatikan di samping. Akhirnya saya putusin truz berdoa dalam hati sambil tutupmata. Sekitar 10 menitan anjing saya berhenti melolong, dan suasananya jadi sepi banget. Karena udah ngerasa tenang, akhirnya pelan-pelan saya beranikan diri buat buka mata. Kemudian pelan-pelan saya melirik ke kiri."Astagfirullah" jarak 3 meter kunti yang tadi saya lihat sekarang berdiri ngeliat saya dgn senyuman sinisnya. Alhasildetik itu juga saya roboh di atas teras karena gag sangguplihat mukanya yang hancur dan berdarah-darah.
Besoknya waktu matahari udah terbit, saya tersadar tapi masih dalam posisi tiduran di atas dipan dengan selimut danbantal. Buru-buru saya gedor pintu masuk rumah karena terkunci dari dalam. Setelah saya masuk, saya tanya kakak saya kenapa saya bisa berada di luar. Dan dia bilang kalau kemarin malem dia lihat saya tiduran di atas..


Credit:Sumber
Beginilah Sikap Muslim Dalam Menghadapi Fitnah

Beginilah Sikap Muslim Dalam Menghadapi Fitnah

Berlindunglah Kepada Allah Ta'ala dari fitnah, karena Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallamsering sekali berdoa meminta perlindungan dari Allah agar tidak terkena fitnah.

Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam bahkan sudah memperingatkan umatnya akan timbulnya fitnah, sebagaimana dalam sebuah hadits shahih:

????? ????? ?????????? ????? ????? ??????? ??????? -??? ???? ???? ????- � ??????????? ?????????? ?????????? ????????? ?????????? ????????? ????????? ???????? ?????????? ????????? �. ??????? ????? ????????? ????? � ????????? �

Artinya: "Zaman akan semakin dekat, dicabutnya ilmu, akan timbul fitnah-fitnah, dimasukkan (ke dalam hati) sifat kikir dan akan banyak al harj", mereka (para shahabat) bertanya: "Apakah al harj,wahai Rasulullah?", beliau menjawab: "Pembunuhan". HR. Bukhari dan Muslim.


Fitnah jika sudah datang maka akan datang bersamaan dengannya kerusakan sampai hari kiamat. Allah Ta'ala telah memperingatkan adanya fitnah, coba perhatikan firman-Nya:

{?????????? ???????? ??? ?????????? ????????? ???????? ???????? ???????? ??????????? ????? ??????? ??????? ??????????} [???????: 25]      

Artinya: "Dan peliharalah dirimu dari pada fitnah yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zhalim saja diantara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya". (QS. 8:25).
 
Makna fitnah adalah sesuatu yang genting, berubah-rubah, tidak ada stabilitas dan semisalnya, akibat dari penyimpangan terhadap ajaran islam.

Kaidah-kaidah penting untuk seorang muslim dalam menghadapi fitnah:

1. Jika timbul fitnah, maka hendaklah hadapi dengan sikap hati-hati, tidak gegabah dan penuh kesabaran.

Hadapi dengan lemah lembut dan ramah tamah, karena Sabda Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam:

� ????? ????????? ??? ??????? ??? ?????? ?????? ??????? ????? ???????? ???? ?????? ?????? ??????? �.

Artinya: "Sesungguhnya kelemah lembutan (keramah tamahan) tidaklah ada di dalam sebuah perkara kecuali menghiasinya dan tidak dicabut (kelemah lembutan) dari sesuatu kecuali memburukkannya". HR. Bukhari dan Muslim.

Hadapi dengan sikap hati-hati (tidak gegabah) dan kesabaran, berdasarkan sabda Nabi Muhammadshallallahu 'alaihi wasallam kepada Asyajj Abdul Qais radhiayallahu 'anhu:

????? ????? ???????????? ???????????? ??????? ????????? ???????????





Artinya: "Sesungguhnya di dalam dirimu ada dua sifat yang dicintai oleh Allah, yaitu; kesabaran dan pelan-pelan (tidak gegabah)". HR. Muslim.

2. Tidak menghukumi sesuatu kecuali sesudah mengetahui kejadian sebenarnya, sesuai dengan kaedah fiqih:

????? ??? ????? ??? ?? ?????

Artinya: "Menghukumi sesuatu itu adalah termasuk bagian tentang gambaran sesuatu tersebut."

Dan perlu diingat, suatu perkara tidak bisa diketahui kecuali dengan dua: dari kabar kaum muslim yang terpercaya dan dari berita orang yang meminta fatwa akan perkara tersebut meskipun orang yang minta fatwa tersebut adalah orang fasik.

3. Hendaklah selalu memegang sikap adil dan pertengahan (tidak berlebih-lebihan).
Karena firman Allah Ta'ala:

{??????? ???????? ??????????? ?????? ????? ??? ???????} [???????: 152]

Artinya: "�Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil kendatipun dia adalah kerabatmu�," (QS. 6:152).

Juga firman Allah Ta'ala:

{??? ???????? ????????? ??????? ??????? ??????????? ??????? ????????? ??????????? ????? ??????????????? ??????? ?????? ????? ?????? ?????????? ????????? ???? ???????? ??????????? ?????????? ??????? ????? ??????? ??????? ????? ??????????? } [???????: 8]

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang akamu kerjakan." (QS. 5:8).

Dan arti sikap adil dan sikap pertengahan bukanlah berarti membenarkan yang salah dan menyalahkan yang batil tetapi menempatkan standar kesalahan dan standar kebenaran sesuai dengan syari'at Islam bukan dengan hawa nafsu, harap diperhatikan point ini.

4. Selalu bersatu dalam kesatuan kaum muslim di bawah kepemimpinan yang sah.

Karena hal inilah yang ditunjukkan Allah dalam firman-Nya:

{????????????? ???????? ??????? ???????? ????? ??????????? ??????????? ???????? ??????? ?????????? ???? ???????? ????????? ????????? ?????? ??????????? ?????????????? ???????????? ?????????? ?????????? ????? ????? ???????? ???? ???????? ?????????????? ??????? ???????? ????????? ??????? ?????? ???????? ??????????? ???????????} [?? ?????: 103]

Artinya: "Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk." (QS. 3:103).

Dan berdasarkan sabda Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam:

?????????? ?????????????? ???????????? ?????????????

Artinya: "Hendaklah kalian berjama'ah (di dalam kesatuan kaum muslimin) dan jauhilah dari perpecahan". HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al Albani.

Dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang berpecah belah ketika sudah jelas keterangan dan dalil bagi dia, firman Allah Ta'ala:

{?????????? ???????? ??????? ????????? ????? ????????? ????????????? ?????????????? ???????????? ???? ??????????? ??????????? ???? ?????????????? (104) ????? ????????? ??????????? ??????????? ????????????? ???? ?????? ??? ????????? ????????????? ??????????? ?????? ??????? ??????? (105)} [?? ?????: 104? 105]

Artinya: "Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; mereka adalah orang-orang yang beruntung. (QS. 3:104) Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat." (QS. 3:105).

5. Slogan, bendera, visi dan yang semisalnya yang dibawa ketika fitnah harus ditimbang oleh seorang muslim dengan timbangan syari'at agama Islam, timbangannya Ahlu Sunnah wal Jama'ah.

Dan timbangan yang digunakan ada dua macam: pertama, timbangan yang digunakan untuk mengukur apakah bendera, visi, misi, slogan merupakan agama Islam, kalau tidak, berarti kebalikan Islam yaitu kekufuran. Dan kedua, timbangan yang digunakan untuk mengukur apakah bendera, visi, misi dan yang semisalnya sesuai dengan islam yang benar, kalau tidak, berarti kebalikan Islam yang benar adalah Islam yang tidak sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.

Allah Ta'ala berfirman:

{???????? ????????????? ????????? ???????? ???????????? ????? ???????? ?????? ??????? ?????? ????? ????????? ??????? ???? ???????? ????????? ????? ??????? ????? ??????????} [????????: 47]

Artinya: "Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tidaklah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan". (QS. 21:47).

6. Setiap perkataan dan perbuatan di dalam setiap fitnah harus ada dhawabith (ukuran yang tepat).

Karena tidak semua perkataan yang anda anggap baik itu cocok untuk dikatakan dalam fitnah tertentu, begitu pula tidak semua perbuatan yang anda anggap baik itu cocok untuk diperbuat di dalam fitnahtertentu.

Karena setiap perkatan ataupun perbuatan akan mendatangkan beberapa perkara yang lain.
Oleh sebab itu ada riwayat dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, beliau berkata:


??? ?????? ??????????? ??????? ???????? ??? ?????????? ??????????? ?????? ????? ???????????? ????????.


Artinya: "Tidak anda berbicara dengan suatu kaum sebuah pembicaraan yang tidak bisa dipahami oleh akal mereka kecuali akan menjadi fitnah bagi sebagian dari mereka". HR.Muslim.

7.    Jika terjadi fitnah, maka bersatulah dengan kaum muslimin apalagi para ulama.

Dan para ulama yang merupakan referensi (tempat kembali kaum muslimin) adalah mereka yang mempunyai dua sifat: pertama, dari ulama Ahlus sunnah yang mengerti tentang tauhid, sunnah dan yang lainnya yang berdasarkan pemahaman para shahabat nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Dan kedua, yang benar-benar paham akan hukum-hukum islam secara menyeluruh, paham akan kaedah-kaedah dasar, akar-akar permasalahan, sehingga mereka tidak mempunyai kesamaran dalam menghadapi permasalahan.

8. Seorang muslim tidak boleh menurunkan hadits-hadits tentang fitnah yang disebutkan oleh Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam kepada fitnah yang lagi berlangsung, misalkan dengan mengatakan : "Inilah fitnah yang disebutkan oleh Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, atau dengan mengatakan: "Inilah orang yang dikabarkan oleh Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, padahal fitnah tersebut masih berlangsung belum selesai, boleh kita mengatakan seperti itu ketika fitnah tersebut sudah selesai sebagai pernyataan seorang muslim akan berita yang dikabarkan oleh Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.
 
Tulisan ini disarikan dari kitab berjudul "Adh Dhawabit Asy Syar'iyyah Limauqif Al Muslim Min Al Fitan" (kaidah-kaidah Syariat tentang sikap seorang muslim dalam menghadapi keadaan-keadaan genting), karya Syeikh Shalih Alu Syeikh hafizhahullah, Menteri Urusan Agama Islam, Wakaf, Dakwah dan Penyuluhan untuk Kerajaan Arab Saudi. Alih Bahasa: Abu Abdillah Ahmad Zainuddin.[]


http://www.dakwahsunnah.com/
Ketika Kita Difitnah Orang? : Inilah Yang Harus Anda Lakukan

Ketika Kita Difitnah Orang? : Inilah Yang Harus Anda Lakukan


Hidup penuh dengan ujian. Bukan orang diluar sana yang menguji kita tapi orang-orang disekitar kitalah yang rame-rame menguji diri ini.  Ujian hidup datangnya tidak dapat diprediksi, kadang tiba-tiba, bisa juga saat kita lagi senang dan lengah. Bila kita diuji secara fisik akibatnya berupa luka dan memar yang dapat sembuh tetapi apabila ujian itu secara mental artinya tidak teraba tapi sakitnya menusuk-nusuk dada ini. Oleh karena itu banyak orang mengatakan �kata-kata lebih tajam dari pada pisau� karena kata-kata bisa sampai menembus ulu hati dan sakitnya itu sampai berbulan-bulan, bertahun-tahun bahkan seumur hidup.

Motivasi dan Alasan mengapa orang memfitnah

Maksud hati seseorang tidak bisa diperkirakan. Mereka bisa mengumbar kata-kata manis didepan anda tapi belakangan mereka mengumbar kejelekan bahkan menuduh yang tidak-tidak.  Oleh karena itu jangan pernah terbuai kata-kata manis tapi perhatikanlah apa pendapat mereka ketika anda sudah membelakangi dan meninggalakan mereka. Berikut ini beberapa tujuan seseorang ketika memfitnah anda :
  1. Fitnah yang salah sasaran. Ini dapat dialami oleh siapa saja karena manusia syarat dengan kecerobohan yang terkadang salah sasaran dan merugikan orang lain tanpa unsur sengaja.
  2. Mengungkapkan kebenaran. Walau bagaimanapun anda berusaha menyembunyikan kebenaran dan menganggap orang lain yang meluruskannya sebagai pemfiitnah. Semua itu sia-sia karena kebenaran tidak bisa terus disembunyikan, suatu saat ia akan di tinggikan dan disaksikan oleh semua orang.
  3. Merendahkan dan menjatuhkan. Iri hati adalah awal dari sikap �susah melihat orang lain senang�. Orang seperti ini akan selalu ada dalam  kehidupan ini.
  4. Memancing di air yang keruh. Beberapa orang sengaja mengacaukan pikiran anda dengan tuduhan yang tidak masuk akal agar mereka bisa mengambil keuntungan dari keadaan itu.
  5. Menguji kepribadiaan. Ada saatnya dimana anda diuji oleh seseorang untuk menilai lalu melayakkanmu (me-like-kanmu) untuk sesuatu yang lebih hebat.

Macam-macam fitnah

Fitnah itu banyak jenisnya, tergantung dari kemauan pelaku pemfitnah untuk menemui anda. Berikut beberapa jenis fitnah yang sering anda alami :
  1. Fitnah langsung. Seorang gentleman yang menyatakan keburukan tepat dihadapan anda. Orang seperti ini tidak mungkin seberani itu jika ia tidak memiliki bukti yang kuat.
  2. Fitnah tidak langsung (oleh orang ketiga). Seseorang menyatakan kesalahan anda akan tetapi dia tidak secara langsung melihat keburukan itu melainkan ia sendiripun mendengarnya dari orang lain. Akurasi dari fitnah jenis ini sangat diragukan karena penyampaian dari mulut ke mulut cenderung berubah-ubah dari orang ke orang lain.
  3. Fitnah tidak jelas/ samar-samar. Seorang anonim memfitnah anda dimana hal tersebut disampaikan dengan sumber yang  tidak jelas dan terkesan disamarkan. Fitnah jenis inipun tidak jelas pangkal ujungnya dimana.

Akibat fitnah

Dunia jaman sekarang emang uedan! Hal yang tidak ada bisa di anggap ada. Hal yang tidak terjadi dan tertulis dapat pula terucap. Omong kosong bisa dibenarkan. Yang belum terjadi dapat diumbar kemana-mana. Mudahnya memfitnah orang dijaman sekarang ini, bahkan tanpa bukti sekalipun. Apalagi didukung oleh media sosial semisalnya facebook dan twitter.
Sudah pengalaman, inilah yang anda alami jika anda difitnah orang:
  1. Kenyataan pahit pertama yang anda alami adalah : KEBANYAKAN ORANG BERPIKIRAN NEGATIF TERHADAP ANDA.
  2. Kenyataah sepat yang harus anda rasakan adalah : ORANG AKAN BERLOMBA-LOMBA MENYIKUK DAN MENJATUHKAN ANDA.
  3. Kenyataan menyakitkan yang harus anda telan bulat-bulat adalah : BANYAK ORANG MENOLAK ANDA.
  4. Kenyataan yang semakin menekan dan memberatkan anda adalah : JIKA ANDA TIDAK PUNYA RELASI DAN TIDAK ADA ORANG YANG MEMPERCAYAI.
  5. Kenyataan yang membunuh anda adalah : ANDA TIDAK BISA APA-APA UNTUK MENGUBAH HAL TERSEBUT.

Cara menghindari fitnah

Fitnah adalah produk sampingan dari interkasi sosial. Siapapun yang pernah melakukan interaksi sosial niscaya suatu saat hal ini akan menimpanya. Oleh karena itu, fitnah jelas tidak bisa dihindari akan tetapi bisa diminimal-kan :
  1. Selalu berbuat baik kepada siapapun. Kebaikan hati adalah benteng pertama agar anda terhindar dari fitnah.
  2. Membangun citra yang baik dimata masyarakat. Nama baik adalah benteng paling tangguh yang akan menahan fitnah yang hendak ditujukan kepada anda.
  3. Memiliki relasi dan sahabat yang percaya pada diri ini. Kerabat adalah orang-orang yang akan membenarkan dan siap membela anda saat berada dijalan yang benar.
  4. Sebisa mungkin hindari persaingan tidak sehat. Persaingan yang tidak sehat banyak negatifnya. Salah satunya adalah dilegalkannya fitnah sebagai alat untuk menjatuhkan lawan.

Solusi difitnah

Sudah pengalaman, jangan sampai anda terbunuh. Pembunuhan yang paling cepat dan paling menyakitkan adalah PEMBUNUHAN KARAKTER. Oleh karena itu, berikut ini gambaran solusi jika anda difitnah orang :
  1. Berdoa
    doaSebagai ciptaan Yang Mulia.  Sudah sepatutnya dan sewajarnya kita memohonkan pertolongan dan perlindungan dariNYA.
  2. Miliki Mentalitas Pejuang : Semangat �45
    Solusi difitnah - Mentalitas pejuangJikan anda lemah,  lesu  dan loyo  menghadapi fitnah yang ditujukan kepada anda. Saya pastikan anda akan semakin tertekan,  terindas  dan akhirnya tersingkirkan.  Hidup ini keras sodara apalagi kalau anda difitnah : kerasnya akan menjadi 2x lipat, 3x lipat bahkan 10x lipat. Oleh karena itu, milikilah �Semangat �45�.  Ini saya sebut sebagai semangat : �MAJU TAK GENTAR-MEMBELA YANG BENAR�. MeNgApA aNdA hArUs TaKut, JIKA ANDA BENAR!!!. Ingat: Berjuanglah sampai titik darah penghabisan. Jangan menyerah berbuat baik sekalipun orang-orang memaknainya negatif!
  3. Bersabar.
    saya difitnah orang-sabar-tanpa-batas2
    Sabar itu kekuatan yang sangat AMPUH. Ini adalah perisai pertama dan utama dalam menghadapi fitnah. Selengkapnya lihat (Sabar itu indah)
  4. Berhenti bertanya �MENGAPA�? Berhenti Cuap-Cuap Membela Diri.
    Berhenti bertanya-tanya kalau difitnah
    Seperti kata pepatah classic : �Diam Itu Emas�. Namanya saja fitnah,  itu adalah �Citra buruk yang ditempelkan orang lain dibelakang punggung anda�.  Sikap orang disekitar anda berubah,  berhentilah berspekulasi,  bertanya-tanya  dan membela diri mati-matian. Cuap-cuap membela diri hanya membuat anda kehilangan konsentrasi lalu sakit kepala akhirnya pekerjaanpun tidak kunjung selesai, ujung-ujungnya harga diripun terjun bebas dimata banyak orang.  Stay �positive thingking�. Tetaplah lakukan rutinitas anda sesuai dengan aturan-ataran yang telah ditetapkan.
  5. Harus Berbenah.
    Koreksi diri sendiriLihat diri anda secara logis. Bercerminlah dengan bertanya kepada orang lain tentang diri anda. Jika ada sesuatu yang mungkin sedikit keseleo, tersenggol, atau bahkan salah dalam diri, tutur kata dan sikap anda : Perbaikilah itu!
  6. Buat Orang Percaya Kepada Anda.
    Ini lumayan sulit sodara : apalagi kalau anda memiliki relasi yang minim bahkan nihil. Berharaplah kepada Tuhan agar IA yang murah hati itu, mengirim seseorang untuk peduli lalu berbaik hati sampai orang tersebut percaya kepada anda : Perhatikan point nomor 7.
  7. Buktikan Kualitas Kepribadian Anda.
    Kualitas kepribadian lewat tindakan nyata
    Kualitas kepribadian identik dengan prinsip hidup, seperti: jujur, loyal, tanpa pamrih, rendah hati, rela berkorban, integritas dan lain sebagainya. Anda harus tetap memperjuangkan hal ini dan membuktikannya secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Anda harus mempertahankan integritas dan independensitas dari sikap-sikap tersebut.
  8. Jungkir Balikkan Teori Yang Merendahkan Anda.
    Difitnah orang-buktikan kualitas kepribadian anda
    Jika anda dituduh pembohong : Jadilah orang jujur dimanapun anda berada. Jika anda dituduh asusila : Jadilah orang yang sopan dimanapun anda berada. Jika anda dituduh tidak sopan : Jadilah orang yang berbudaya dimanapun anda berada.
  9. Maafkan Dan Berbuat Baiklah Kepada Orang Yang Memfitnah Anda.
    Sudah pengalaman :  lumayan berat untuk melakukan ini sodara. Ayo kita coba tahap demi tahap :
    Dimulai dengan memaafkannya dalam hati
    >> lalu >>
    tanggapi dengan santai
    >> lalu >>
    tersenyumlah kepada orang tersebut
    >> lalu >>
    Selanjutnya terserah anda mau berbuat baik dalam rupa (bentuk) apa kepada orang tersebut (bersabar menjalaninya teman setiap tahapan butuh proses dan butuh waktu).
    Saya nobatkan ini sebagai PUNCAK KEBAIKAN HATI SETIAP MANUSIA.
Singkatnya, fitnah itu menyebarnya cepat akan tetapi hilangnya lama bahkan bisa sampai seumur hidup, Hal ini tergantung dari cara-cara yang kita terapkan dalam menanggapi fitnah. Jangan buru-buru menanggapi fitnah tapi cobalah untuk :
  • Dengarkanlah dahulu dengan seksama (isi fitnahnya)
  • Perhatikan � apakah fitnah itu sekedar �omdo (omong doang/ tidak jelas/ samar-samar)� atau ada bukti konkrit yang bisa dipertanggung jawabkan.
  • Kedepankan kesabaran dan pengertian (selengkapnya klik)
    *) Jika sekedar omdo (dengar-dengar, kata orang dan modus lainnya) >> tetap diam.
    *) Jika ada bukti (bisa dilihat mata kepala) >> perlu klarifikasi.
  • Dan Teruslah berjalan sambil tersenyum sebagai tanda bahwa anda tidak tertekan dan tidak goyah atas semua tuduhan palsu itu karena banyak fitnah dilontarkan orang lain hanya sekedar membuat sisi gelap, ketakutan dan kelemahan kita disaksikan oleh banyak pihak.
Jika kita difitnah orang, itu seumpama seutas tali yang salah satu ujungnya dipegang oleh orang lain lalu ia berusaha melilitkan tali tersebut ketubuh anda. Selama anda tidak memegang ujung tali yang satunya �aman-tidak akan terjadi apa-apa�. Akan tetapi jika anda terlalu risih lalu memegang ujung satunya �hati-hati-ikatannya makin kencang��.
 Terakhir�..
Fitnah adalah tuas ungkit yang akan menaikkan level EQ (kecerdasan emosional). HAVE POSITIVE THINGKING!
Terimakasih

http://lasealwin.info/
Inilah Terapi Rasulullah saw Mengatasi Fitnah (Pelajaran dari Haditsul Ifki)

Inilah Terapi Rasulullah saw Mengatasi Fitnah (Pelajaran dari Haditsul Ifki)

Oleh: Hepi Andi Bastoni, MA

            Madinah gempar. Fitnah keji terhadap keluarga Nabi saw merebak. Aisyah, istri Nabi saw dituduh berselingkuh dengan Shafwan bin Muaththal. Tuduhan itu seolah menemukan fakta: keduanya ditemukan berjalan berduaan sepulang dari perang Bani Musthaliq!

Lalu, apa yang dilakukan Nabi saw mengatasi fitnah ini? Lembaran sejarah mengajarkan kepada kita, bagaimana beliau memberantas fenomena ini sampai akarnya. Sebuah sikap yang sangat perlu diteladani oleh qiyadah dalam memberikan terapi atas peristiwa semacam ini.

Pertama, melakukan konfirmasi dan klarifikasi. Ini yang kita saksikan melalui beberapa pertanyaan yang diajukan Rasulullah saw, kepada  Zaid sebelum memutuskan kebenaran laporannya. Nabi saw sendiri melakukan hal itu. Qiyadah mana pun seharusnya melakukan klarifikasi sebelum mengeluarkan keputusan.

Jamaah yang tidak menghargai anggotanya takkan mendapatkan manfaat darinya di kala mengalami cobaan. Saat ini setelah era Rasulullah saw, kepada kita tidak diturunkan wahyu yang dapat mengabsahkan kejadian atau mementahkannya. Untuk itu, ada data-data dimana Islam telah menetapkan syarat-syaratnya, di antaranya adanya kesaksian  dan keadilan atau data-data yang dihasilkan oleh ilmu pengetahuan modern, berupa alat perekam atau foto yang merekam data-data pendukung, yang dapat membantu keluasan dan kebenaran penyidik.

Kedua, dalam menanggulangi merebaknya fitnah ini, Rasulullah saw pergi di waktu yang tidak biasanya sebagaimana yang dituturkan Ibnu Hisyam dalam Sirah, �Rasulullah saw pergi bersama beberapa orang shahabat pada siang itu hingga sore, dilanjutkan malam itu hingga pagi harinya, kemudian di hari berikutnya hingga mereka disengat matahari. Kemudian beliau berhenti di suatu tempat bersama para shahabat hingga mereka mengantuk dan tertidur. Rasulullah saw melakukan semua itu agar mereka dapat melupakan pembicaraan seputar kejadian sebelumnya.

Tahapan berikutnya adalah menyibukkan orang-orang dari membicarakan fitnah itu. Sebab, masyarakat yang tidak sibuk, biasanya tak ada yang mereka bicarakan selain fitnah dan gosip. Qiyadah yang bijak dapat mengisi waktu kosong para pemudanya dengan sesuatu yang produktif atau dengan latihan kecakapan yang sesuai bagi mereka atau jihad langsung melawan musuh dimana tenaga dan kekuatan mereka bisa manfaatkan, dan mengalihkan mereka dari kasak-kusuk dan berbagai pertanyaan. Atau menghindarkan mereka dari reaksi positif maupun negatif terhadap kebohongan semacam ini. Kalau hari ini, pergaulan umat Islam dipenuhi fitnah dan gosip, itu lantaran banyaknya pengangguran di kalangan kaum Muslimin. Kalau mereka sibuk, takkan terjadi fitnah, atau fitnah takkan menyebar pesat.

Ketiga, mengemukakan pendapat kepada orang-orang dekat. Beliau melakukan pembicaraan itu kepada anggota inti pasukan. Tidak kepada semua orang. Beliau melakukan terapi dengan penuh kebijakan. Jika hal ini dicerna secara baik oleh jamaah Islam, pasti ia dapat menghindari banyak fitnah. Hendaknya masalah ketakutan hanya tersebar di kalangan tertentu dan tidak kepada semua orang.

Berbeda dengan orang-orang munafik. Mereka biasa menyebarkan desas-desus dan menikmati rasa takut itu. Hal ini sebagaimana digambarkan Allah dengan firman-Nya, �Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan atau ketakutan  lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri)�� (QS an-Nisa� (4) : 83).



Pelajaran bagi Kaum Muslimin

Bagi kaum Muslimin, peristiwa ini mengangkat derajat mereka. Kisah ini menjadi ujian berat dan menyakitkan bagi Rasulullah saw, Aisyah, Abu Bakar ash-Shiddiq, Ummu Ruman sang ibu, dan Shafwan bin Muaththal yang disaksikan Rasulullah saw sebagai seorang yang baik dan Allah telah memberi rezeki kepadanya kesyahidan di jalan-Nya sesudah itu.

Seorang Mukmin tentu akan merasa sakit dengan sakitnya Rasulullah saw. Seorang mukmin tidak dapat menahan dirinya dari tangisan, mungkin tidak tahu apakah ia menangisi Rasulullah saw yang dirusak kehormatannya padahal beliau sebaik-baik makhluk, atau Aisyah, wanita yang paling dicintai Rasulullah saw, dan tidaklah Allah memberikan rasa cinta kepadanya terhadap Rasul-Nya kecuali karena kemuliaan dan kehormatannya.

Bagaimana tidak, ia sebaik-baik keluarga Quraisy, keluarga yang seluruhnya beriman; ayahnya, kakeknya, dan saudara-saudaranya. Allah SWT Maha Mengetahui mengatakan setelah orang-orang beiman terombang-ambing dalam musibah dari peristiwa ini selama hampir lima puluh hari, ��..janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu,�� (QS an-Nur: 11).

Sekalipun di dalamnya ada kesulitan besar dan rasa menyakitkan namun ada sisi pelajaran dan pendidikan bagi umat yang jauh lebih baik dari itu semua. Sedangkan orang-orang yang dicoba dengan peristiwa ini, pahalanya di sisi Allah SWT tidak akan dizalimi sekecil apapun, �Tidaklah seorang hamba dizalimi lalu ia bersabar atas kezaliman itu maka Allah pasti menambah kemuliaan baginya.�[1]

Betapa Aisyah terangkat kemuliaannya saat pembuktian dirinya bersih dari segala tuduhan berasal dari al-Qur�an yang selalu dibaca hingga hari kiamat. Padahal klimaks dari harapan Aisyah adalah bilamana Rasulullah saw mendapatkan mimpi tentang kebersihan dirinya. Maka, siapakah yang masih bisa menuduhnya setelah Allah membersihkannya? Kalaupun ada yang masih menuduh Aisyah, berarti ia telah  mengingkari firman Allah.

Alangkah celakanya kaum Syiah dengan keyakinannya yang batil terkait tuduhan mereka kepada Aisyah dan kepada Abu Bakar. Peristiwa ini adalah fitnah yang justru makin menampakkan kemunafikan orang-orang munafiq dan keyakinan orang-orang beriman.

Orang yang mendesain fitnah ini, Allah janjikan dengan siksaan pedih di akhirat. Sementara orang-orang beriman yang menganggap remeh dengan menyebarkan berita bohong ini dan menyangkanya sebagai hal yang biasa, Allah didik mereka dengan penegakan hukum hadd atas mereka. Sehingga mereka menjadi ibrah bagi orang-orang beriman lainnya.

Betapa sering kejadian buruk dan cobaan karena anggapan remeh terhadap dosa kecil. Di antara hasil dari peristiwa ini adalah munculnya fitnah antara kaum Aus dan Khazraj hingga mereka nyaris saling bunuh. Barangkali aturan tentang diharamkannya menuduh dan hukum hadd-nya serta diharamkannya menyebarkan berita yang belum pasti selain peristiwa ini, tidak akan mendapatkan sambutan besar seperti sambutan datangnya ayat-ayat setelah bencana besar ini. Maka, peristiwa ini bisa berarti pendidikan rabbani bagi umat. Dengan demikian, akan menambah keimanan orang-orang beriman dan menampakkan kemunafikan orang-orang munafiq.

Dari peritiwa ini juga dipetik penjelasan bagaimana Allah memberi jalan keluar dan kebahagiaan setelah masa sulit dan ujian. Hingga ketika permasalahan sudah sampai di puncaknya, Allah memberikan sesuatu yang dapat menenangkan jiwa mereka dari wahyu kepada Rasulullah saw sehingga turun laksana gerimis di saat kekeringan dan kepayahan.

Imam az-Zamakhzyari mengatakan, makna �itu baik bagi mereka� adalah karena mereka memperoleh pahala yang besar sebab sebelumnya mereka mendapat cobaan dan bencana yang besar. Bahwa ayat yang turun sebanyak 18 (delapan belas) yang masing-masing mempunyai makna tersendiri, ini semua adalah penghormatan kepada Rasulullah saw dan sebagai hiburan bagi beliau, serta penyucian bagi Ummul Mukminin dan pembersihan bagi keluarganya, sekaligus sebagai peringatan bagi siapa saja yang membicarakannya atau mendengarnya. Serta peringatan kembali bagi semua yang mendengar dan membaca (ayat) hingga hari kiamat, di samping berbagai pelajaran agama, hukum-hukum dan etika yang harus diketahui oleh semuanya.[2]

Imam al-Qurthubi menambahkan, Imam Malik berkata, �Siapa saja yang menghujat Abu Bakar, ia layak mendapatkan hukuman. Siapa yang menghujat Umar, layak mendapat hukuman. Siapa saja yang menghujat Aisyah, maka ia dibunuh. Sebab Allah SWT berfirman, �Allah memperingatkan kamu agar (jangan) kembali memperbuat yang seperti itu selama-lamanya. Jika kamu orang-orang yang beriman�. (QS. an-Nur: 17).

Ibnul-Arabi menambahkan juga, para pengikut Madzhab Syafii mengatakan, �Siapa yang menghujat Aisyah, maka ia mendapatkan hukuman sebagaimana terhadap orang-orang beriman lainnya, dan bukan berarti ��jika kamu orang-orang yang beriman� tentang Aisyah karena perbuatan tersebut kufur. Namun, seperti yang disabdakan Nabi saw,  �Tidaklah seorang beriman ketika ia tidak menjamin keselamatan tetangganya dari keburukannya.�[3]

Terkait peristiwa ini, Allah menurunkan firmannya dalam surah an-Nuur ayat 11 sampai dengan 21.

Sebulan kemudian keraguan dan keguncangan itu hilang dari Madinah. Kedok kaum munafik pun tersingkap. Menurut Ibnu Ishaq, setelah peristiwa itu, apabila melakukan tindakan-tindakan baru, ia (Abdullah bin Ubay, gembong munafik) dicela oleh kaumnya sendiri.[4]

Selain hampir menyebabkan perang antar saudara, peristiwa ini telah membuat Shafwan bin Muaththal dan Hassan bin Tsabit terlibat perkelahian. Ibnu Ishaq menuturkan, begitu mendengar kabar tersebut, Shafwan mendatangi Hasan bin Tsabit dengan membawa pedang. Shafwan menghadang Hasan lalu memukulnya.

Ketika melihat hal itu, Tsabit bin Qais bin Syammas meloncat ke arah Shafwan. Ia segera mengikat kedua tangannya ke leher dan membawanya ke Bani Harits bin Khazraj. Dalam perjalanan ia bertemu dengan Abdullah bin Rawahah. Abdullah heran melihat kondisi mereka. Lalu, kasus tersebut dibawa ke Rasulullah saw.

Beliau segera memanggil Hasan bin Tsabit dan menasihatinya. Sebagai ganti rugi atas pemukulan Shafwan, Nabi saw memberi Tsabit sebuah istana Biyaraha yang semula milik Thalhah bin Sahl yang telah diberikan kepada Rasulullah saw. Selain itu, Nabi saw juga memberikan seorang budaknya Sirrin hadiah dari raja Mesir kepada Hasan yang kemudian melahirkan anak bernama Abdurahman bin Hassan.

Belakangan, menurut Aisyah, orang-orang pun bertanya tentang Shafwan. Didapati ternyata dia seorang yang impoten dan tidak bisa menggauli wanita. Tak lama setelah itu, Shafwan gugur sebagai syahid.[5]

Sebuah riwayat dari jalur Urwah bin Zubair disebutkan, Aisyah mengatakan, �Demi Allah, sesungguhnya laki-laki yang di-issu-kan itu berkata, �Maha Suci Allah, demi Dzat diriku ada pada-Nya, saya tidak pernah memasuki bilik wanita sama sekali.� Setelah itu ia gugur di medan jihad di jalan Allah.[6]

Jadi, dilihat dari berbagai penjelasan, berita buruk tentang Aisyah ini terbantahkan. Ia hanyalah peristiwa yang menjadi makanan empuk orang-orang munafik untuk memecah belah umat Islam saat itu.[7]



Orang Munafik Tak Bekerja Sendiri

Ketika fitnah Haditsul Ifki merebak, yang langsung terlintas dalam bayangan kita adanya berita itu akibat ulah orang-orang munafik. Merekalah yang merancang semua itu. Namun, al-Qur�an menjelaskan bukti bahwa yang membuat gosip itu justru sekelompok �oknum� kaum Mukmimin. Allah berfirman, �Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari goongan kalian juga. Janganlah kalian kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kalian, bahkan ia adalah baik bagi kalian�� (QS an-Nur (24) : 11).

Secara berturut-turut ayat al-Qur�an mendebat kaum Mukminin yang terlibat pada peristiwa tersebut. �Mengapa di waktu kalian mendengar berita bohong itu orang-orang Mukminin dan Mukminat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata, �Ini adalah suatu berita bohong yang nyata,� (QS an-Nur (24) : 12 )

Sementara itu peran yang dimainkan orang-orang munafik adalah meniup-niupkan berita ini dan menyebarkannya. Aisyah mengisyaratkan bahwa yang mengambil bagian terbesar dalam peristiwa ini adalah Abdullah bin Ubay, sebagaimana yang dikatakannya, �Bagian terbesar pada peristiwa itu adalah Abdullah bin Ubay bin Salul yang memberitakan kepada beberapa orang Khazraj tentang apa yang dikatakan Misthah dan ia menjaminnya.�

Aisyah menceritakan tersebarnya berita itu, ��.ketika mereka telah tenang orang itu muncul dan menuntun kendaraanku, lalu orang-orang penyebar gosip itu mengatakan apa yang mereka katakan dan rombongan menjadi gempar. Demi Allah, aku tidak tahu-menahu sedikit pun soal itu�.�

Orang-orang munafik tidak akan berani menyebarkan berita itu serta mengguncingkannya setelah kebusukan mereka terbongkar habis melalui Ibnu Ubay. Tersebarnya berita  itu dan tergoncangnya barisan Islam membuat peluang mereka sangat terbuka lebar untuk terlibat dan untuk menyalakan api dan balik tabit. Barangkali  Abdullah bin Ubay sendiri yang tampak dalam nash ini sebagai orang yang mengambil bagian terbesar.

Di kalangan barisan Islam, terdapat tiga orang yang berperan dalam peristiwa ini. Yakni,  Hassan bin Tsabit, penyair Rasulullah saw, orang yang Rasulullah saw pernah bersabda kepadanya, �Seranglah dan Ruhul Qudus bersamamu!�. Lalu, Misthah bin Utsatsah, salah seorang Muhajirin dan termasuk veteran Perang Badar, dan anak bibi Aisyah yang tinggal di rumah Abu Bakar. Kemudian, Hamnah binti Jahsy, anak bibi Rasulullah saw dan istri seorang syahid dalam Islam Mush�ab bin Umair.

Jadi, fenomena orang-orang munafik sebagai suatu kelompok muncul pertama kali menjelang Perang Uhud dan mencapai puncak dan bahayanya bagi barisan Islam pada Perang Uhud itu sendiri. Selanjutnya satu demi satu habis hanya tinggal beberapa orang yang bisa dihitung dengan jari.

Barisan Islam menjadi bersih dan murni, berkat tarbiyah Nabi saw, yang mendorong banyak di antara mereka masuk Islam dan bagus keislamannya. Fenomena ini muncul kembali pasca-Fathu Makkah saat Islam mulai menyabar ke seantero negeri Arab. Yang paling mencolok dalam fenomena tersebut adalah pada Perang Tabuk, dimana surah Bara�ah membongkar rencana dan strategi jahat mereka.

Munculnya kemunafikan pada Fathu Makkah ini disebabkan banyaknya orang masuk Islam secara terpaksa. Rasa takut membuat mereka menampakkan keislamannya dan menyembunyikan kekafiran. Ini yang menjadi benih kemunafikan. Wallahu a�lam.

[1] Bagian dari Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi 9/199, 200 dalam Bab Zuhud. Ia mengatakan: ini hadits hasan shahih. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad 4/231 dari Hadits Abi Kabisyah al-Anmari. Hadits ini juga mempunyai penguat dari riwayat Abu Hurairah dalam shahih Muslim dengan redaksi; �dan tidaklah seorang hamba bertawadhu kecuali Allah meninggikannya.

[2] Al-Kasysyaf 3/217,218

[3] HR Bukhari 10/457 bab Adab, Imam Muslim 2/17 tentang Iman

[4]Ibnu Hisyam II/297

[5] Ibnu Hisyam II/230

[6] HR Bukhari 7/486-499, dan Imam Muslim 18/102-113 daam Bab Taubat

[7] Disarikan dari ar-Rahiqul Makhtum372-373, Ibnu Hisyam II/290-292

http://www.al-intima.com/

Beginilah Cara Taubat Dan Cara Meninggalkan Dosa Besar dan Maksiat

Beginilah Cara Taubat Dan Cara Meninggalkan Dosa Besar dan Maksiat

Cara Taubat

1. Benar-benar menyesali perbuatan tersebut 
2. Berhenti dari perbuatan tersebut 
3. Berjanji untuk tidak mengulanginya. Apabila ternyata masih mengulanginya, maka hal tersebut belum dikatakan taubat nasuha (taubat yang sebenarnya)
Cara Meninggalkan Dosa Besar
Meninggalkan dosa besar yang sudah menjadi kebiasaan memanglah sangat berat. Oleh karena itu, saya akan menyebutkan beberapa hal yang mudah-mudahan bisa merubah kebiasan tersebut. Berikut ini beberapa langkah yang mungkin bisa saudara lakukan:
  1. Mensucikan niat agar benar-benar ikhlas hanya untuk Allah
    Jika seseorang benar-benar ikhlas dalam bertaubat kepada Allah, insya Allah, Allah akan menghidupkan hatinya untuk selalu taat kepada-Nya dan menjauhi segala yang bertentangan dengan ketaatan tersebut.
  1. Melakukan semua hal yang dicintai oleh Allah
    Orang yang benar-benar ikhlas dalam bertaubat maka akan terbimbing untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang dicintai oleh Allah dan mencintai orang-orang yang dicintai oleh Allah serta menjahi perbuatan-perbuatan yang dibenci oleh Allah dan membenci orang-orang yang dibenci oleh Allah.
  1. Menuntut dan memperdalam ilmu agama 
    Hal-hal yang dicintai oleh Allah sangatlah banyak, begitu pula dengan hal-hal yang dibenci oleh Allah, jumlahnya juga sangat banyak. Oleh karena itu, seseorang yang ingin benar-benar bertaubat harus mau mempelajari ilmu agama. Dengan ilmu yang dia dapatkan, maka dia bisa membedakan antara yang haq dengan yang batil, sehingga ilmu akan menuntun dia untuk selalu mengamalkan apa-apa yang dicintai oleh Allah subhanahu wa ta�ala.
  1. Berusaha dengan keras dengan membuat jadwal rutin ibadah 
    Setelah mengetahui beberapa amalan yang dicintai oleh Allah, maka seorang yang ingin bertaubat harus mempraktikkan dengan sungguh-sungguh apa yang telah didapatkan. Untuk mengerjakan banyak amalan yang dicintai oleh Allah, dia harus membuat jadwal rutin ibadah wajib dan sunnah, kemudian memaksa dirinya untuk mengerjakannya sesuai kemampuan yang dia miliki, meskipun sedikit tetapi terus-menerus.
  1. Berusahalah meninggalkan pengaruh buruk lingkungan tempat saudara tinggal 
    Pada kisah tentang pembunuh seratus orang di atas, orang yang berilmu manasihati dia agar pindah ke negeri yang baik dan meninggalkan negerinya yang buruk. Begitu pula dengan saudara, jika saudara merasa bahwa di lingkungan saudara ada banyak orang yang shalih, maka dekatilah mereka. Tetapi jika ternyata di lingkungan saudara tidak ada atau hampir tidak ada orang yang shalih, maka saudara harus pindah dari tempat itu. Karena jika kita tidak bisa mempengaruhi orang lain untuk berbuat kebaikan, maka kitalah yang akan mendapatkan pengaruh buruk darinya.
  1. Berteman dengan orang-orang yang shalih dan mencari teman yang bisa membantunya untuk selalu taat 
    Teman memiliki pengaruh besar dalam pembentukan karakter atau sikap. Oleh karena itu, memilih teman yang baik adalah sesuatu yang tak bisa dianggap remeh.Islam mengajarkan agar kita tak salah dalam memilihnya. Rasulullah shallallahu �alaihi wa sallam bersabda:
(????????? ????? ????? ????????? ???????????? ?????????? ???? ?????????)

Seseorang itu tergantung pada agama temannya. Oleh karena itu, salah satu di antara kalian hendaknya memperhatikan siapa yang dia jadikan teman." (HR Abu Dawud no. 4833 dan At-Tirmidzi no. 2378, di-shahih-kan oleh Syaikh Al-Albani di Ash-Shahihah no. 927)



 Syaikh �Abdul-Muhsin Al-Qaasim berkata, �Sifat manusia adalah cepat terpengaruh dengan siapa dia bergaul (berinteraksi). Manusia bisa terpengaruh bahkan dengan seekor binatang ternak.
Rasulullah shallallahu �alaihi wa sallam bersabda :
(????????? ?????????????? ??? ?????????????? ?????? ????????? ?????????????? ??? ?????? ?????????)

�Kesombongan dan keangkuhan terdapat pada orang-orang yang meninggikan suara di kalangan pengembala unta. Dan ketenangan terdapat pada pengembala kambing" (HR Al-Bukhari no. 3499 dan Muslim no. 187)

  1. Memperpendek angan-angan dan mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian 
    Banyak orang Islam yang melakukan perbuatan dosa sengaja mengundurkan taubatnya, dengan mengatakan, �Mumpung masih muda, tidak mengapa bermaksiat. Nanti kalau sudah tua, barulah kita taat dan bertaubat.� Perkataan ini sangat batil, karena seseorang tidak pernah tahu, kapan dia akan diwafatkan oleh Allah. Oleh karena itu, orang yang beriman menganggap bahwa hidup di dunia ini hanya sementara dan hanya sebagai tempat persinggahan. Angan-angannya tidak panjang, seolah-olah setiap saat dia sedang dibuntuti dengan kematian.
  1. Menjauhi sebab-sebab yang dapat memancing syahwat 
    Banyak hal yang dapat memancing syahwat seseorang, baik televisi, internet, majalah dll. Oleh karena itu Allah mengharamkan seluruh hal yang bisa memancing syahwat seseorang untuk melakukan perbuatan zina, contohnya: Allah menyuruh wanita untuk berjilbab, terlarangnya berdua-duaan yang bukan mahramnya, terlarangnya melihat aurat dan menyentuh lawan jenis dll.
  1. Membayangkan akibat buruk dosa yang akan dilakukan, lebih baik menolak untukmengerjakannya daripada berusaha melepaskan apa yang telah dilakukan. 
    Seseorang yang berada di jalan sempit yang di kiri dan kanan jalan tersebut terdapat jurang yang sangat dalam, maka orang tersebut akan berusaha berjalan dengan perlahan dan berhati-hati agar tidak terjatuh. Jika terjatuh ke jurang tersebut, maka akan sangat susah untuk naik dan kembali ke jalan tersebut. Begitulah dosa besar, lebih baik kita tidak mengerjakannya daripada terjerumus ke dalamnya. Jika sudah terjerumus ke dalamnya maka akan sangat susah berlepas darinya.
  1. Memperbanyak doa dan istigfar
  2. Sabar ketika taat, sabar ketika menjauhi kemaksiatan dan sabar ketika menghadapi cobaan
  3. Segeralah menikah jika masih membujang 
    Untuk orang yang belum menikah, maka �jurus ampuh� untuk berhenti dari perbuatan zina adalah dengan menikah. Dengan menikah, maka pandangan akan lebih mudah terjaga dan kemaluan seorang lelaki tidak ditempatkan kecuali di tempat yang halal baginya.
    Mengenai hukuman di dunia akibat perbuatan zina, maka di negara kita belum bisa diterapkan. Oleh karena perbanyaklah bertaubat dan perbanyaklah mengerjakan amalan-amalan soleh mudah-mudahan dapat menghapuskan dosa-dosa yang pernah dilakukan.
Allahu a�lam bishshawab. Wa billahittaufiq
Mudah-mudahan bermanfaat.

Dari artikel 'Tanya Jawab: Pernah Berzina Di Mushala, Bagaimana Taubatnya? � Muslim.Or.Id

Kategori

Kategori